Skip to content
Manusia, jika berat dengan suatu kewajiban, ia berdalih dengan dalil,
“Laa yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa”, Allah tidak membebani
seseorang diluar kesanggupannya.
Pada hal yang haram, ia ambil kaidah, “Adh dharuratu tubihul makhdhuraat”, kondisi darurat membolehkan hal-hal yang haram.
Dan jika tersibukkan dengan yang mubah, ia berprinsip “Al ashlu fil
asyaa’ al hillu”, hukum asal segala sesuatu adalah halal. (Semoga Allah
menjaga kita dari sikap demikian -pent)
@almonajjid -Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, pengasuh web IslamQA 146