Close
Showing posts with label Herbal. Show all posts
Showing posts with label Herbal. Show all posts

Manfaat TANAMAN Bunga KAPAS .....

soloportal.blogspot.com ---



Tumbuhan Perdu dengan tinggi 2-3m ini berbatang tegak, bulat, berkayu, dan berwarna hijau kotor. Daunnya tunggal, bertangkai panjang, 6-10cm. helaian daun berbentuk perisai, bercangkap manjari 3-5, pertulangan menjari, warnanya hijau. Bunga tunggal di ujung percabangan dan ketiak daun, mahkota bulat, warnanya kuning dan berubah menjadi merah menjelang layu. Buah kotak, lonjong, ujung runcing, panjang 5-6 cm, masih muda berwarna hijau dan setelah tua cokelat kehitaman. Biji bulat, warnanya hitam, diselimuti rambut putih.

Sifat dan Khasiat
AKAR atau KULIT AKAR kapas (mian hua gen) rasanya manis, sifatnya hangat, berkhasiat TONIK pada lambung, limpa dan vital energi, antitusif, antiasmatik, merangsang kontraksi rahim, mempercepat kelahiran bayi, abortivum, mengurangi keluarnya darah haid, mempermudah pembekuan darah, dan merangsang keluarnya air susu ibu (ASI).

BIJI kapas (mian hua zi) rasanya pedas, sefatnya panas. Tonik untuk hati dan ginjal, menguatkan tulang punggung dan lutut, menghentikan perdarahan (hemostatis), kontraksi rahim, menekan produksi sperma, pereda demam (antiperetik), antiradang, dan pelembut kulit. Selain itu, mempunyai efek antibakteri dan antivirus.

Kandungan Kimia
Buah, bunga dan daun mengandung saponin, flavonoida, palifenol, dan alkaloid. Kulit akar mengandung gosipol (asesquiterpene) 0,56-2,05%, asparagine, campuran resin, dan arginine. Minyak dari biji mengandung sekitar 2% gosipol dan flafonoid, serta kandungan asam oleat (15,58%). Selain itu, terdapat asam lemak jenuh, seperti palmitat, miristat, stearat, dan arakidat. Gosipol berkhasiat menekan produksi sperma dan merangsang kontraksi rahim. Tingginya kadar asam lemak tak jenuh menyebabkan penggunaannya tidak akan meningkatkan kadar kolesterol darah. Bunga mengandung kaempferol, herbacitrin, quercetin, isoquercetin, gossypetin, dan gossypitrin.

Bagian yang Digunakan
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah biji, akar, daun, dan buah mudanya.

Indikasi
BIJI digunakan untuk mengatasi :
1. disfungsi ereksi (impotent),
2. ngompol (neuresis)
3. berkeringat pada malam hari
4. wasir, dubur turun (prolaps anus)
5. peradarahan dan keluarnya cairan dari liang sanggama(vagina)
6. disentri
7. nyeri perut dan ulu hati
8. demam yang hilang timbul
9. radang telinga
10. memperbanyak keluarnya air susu ibu (ASI), dan
11. kontrasepsi pada pria

AKAR digunakan untuk
1. terlambat haid
2. mengurangi keluarnya darah haid yang banyak
3. mengurangi nyeri haid akibat endometriosis
4. mempermudah persalinan
5. mengatasi gangguan pencernaan
6. fungsi limpa yang menurun dengan gejala batuk dan sesak akibat lemahnya energi vital, dan
7. menghaluskan tumit yang terasa kasar

BUAH muda digunakan untuk pengobatan :
1. diare

DAUN digunakan untuk pengobatan :
1. radang usus (enteritis)
2. demam, dan
3. batuk berdahak.

Cara Pemakaian
Untuk obat yang diminum, tidak ada rekomendasi dosis. Untuk pemakaian luar, giling daun segar sampai halus, lalu gunakan untuk menurap panu, luka, bakar, dan memar. Biji yang digiling halus digunakan untuk menurap HERPES, scabies. Luka dan radang buah zakar (orkhitis).

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
1. berdasarkan hasil penelitian, sejak tahun 1970 minyak dari biji kapas merupakan kontrasepsi pada pria. Hal ini berdasarkan penemuan di Cina bahwa minyak dari biji kapas yang digunakan untuk memasak akan menyebabkan ketidaksuburan (infertilitas) pada pria. Zat aktif tersebut adalah gosipol. Minyak biji kapas menyebabkan degenerasi sel yang memproduksi sperma.

2. Mencit jantan yang diberi emulsi biji kapas 10% atau lebih besar menyebabkan ketidak suburan jika dicampur dengan mencit betina. Mencit jantan yang diberi emulsi, pada awalnya tampak lesu dan berkurang nafsu makannya (Agus Purnomo, Jurusan Farmasi, FMIPA UNHAS, 1984).

3. Hasil peneliti pemberian oral suspensi serbuk biji kapas (Gossypium hirsutum L.) pada mencit menunjukan secara mikroskopis tampak pengaruhnya pada gambaran histologis testis hewan percobaan (Mientje Susie Baman, Jurusan Farmasi, FMIPA UNHAS, 1986).

4. Hasil penelitian pemberian gosipol asam asetat yang belum dimurnikan hasil isolasi dari biji kapas (Gossypium hirsutum L.) setiap hari selama satu minggu pada sekelompok tikus jantan menunjukan adanya khasiat antifertilitas (Faijah Albaar, Jurusan Farmasi, FMIPA UNHAS, 1990).

Contoh Pemakaian
Diare
Cuci dan potong buah kapas yang masih muda dan segar (lima buah). Rebus dengan satu gelas air selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus.

Disfungsi Ereksi (IMPOTEN)
Gongseng biji kapas (300 g) sampai kuning sambil tambahkan Arak beras 1-2 sendok teh. Gongseng pula biji Bawang putih di tempat terpisah. Selanjutnya, giling semua bahan sampai halus. Untuk pemakaian, ambil 10 g bubuk campuran tadi, larutkan dalam AIR dan minum.

Berkeringat Malam
Masukan biji kapas sebanyak 10 gram ke dalam panci email bersama tiga gelas air. Rebus dengan api kecil sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah dingin, minum airnya sekaligus pada waktu perut kosong. Lakukan sekli sehari.

Mempermudah persalinan
Iris akar kapas tipis-tipis, lalu seduh dan minum seperti minum teh.

Catatan
1. Ibu hamil dilarang minum rebusan biji dan akar kapas karena dapat menyebabkan keguguran.

2. Gosipol toksisitasnya rendah, namun menimbulkan beberapa efek samping. Pada sebagian pengguna bisa timbul rasa lemah sementara yang terjadi pada fase awal pengobatan tidak memerlukan pengobatan. Sekitar 1,2% pengguna timbul rasa mual dan muntah, sebagian lagi mengeluh menurunnya Hasrat seksual. Bisa timbul hipokalemia pada sebagian pengguna obat ini tanpa menimbulkan gejala akibat kekurangan kalium. Sebaliknya, pemakaian obat ini dilakukan dengan pengawasan herbalis berpengalaman.

3. Dengan mengeluarkan gosipol dari minyak biji kapas melalui proses pengolahan lanjutan maka minyak biji kapas aman dikonsumsi dan berpotensi menurunkan kadar KOLESTEROL darah yang tinggi.

SEMOGA BERMANFAAT UNTUK SAHABAT

Titik BEKAM Untuk Terapi Penyakit DIABETES (Kencing Manis)

Dalam dunia medis, penyakit diabetes atau kencing manis tidak bisa disembuhkan, hanya cuma bisa di pertahankan agar tidak kronis.
Sedang dalam Islam ada hadits: ”Setiap kali Allah menurunkan penyakit, Allah pasti menurunkan penyembuhnya. Hanya ada orang yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya.” (Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Titik-titik bekam diabetes yang umum dipakai, diambil dari referensi beberapa dokter aktifis bekam. Inti dari pengobatan diabetes dengan bekam adalah sebelumnya anda harus meyakinkan bahwa diabetes bisa sembuh, cukup dengan terapi bekam, jinten hitam dan semangat jiwa, olah raga, menjaga pola makan, tidak konsumsi gula putih atau gula pasir, ini sangat membantu.

Titik-Titik BEKAM untuk penderita DIABETES :

1.Titik Kepala (Ummu Mughits) adalah titik 2/3 bagian kepala dari depan. Menurut dr. Al jufrie bahwa titik bekam kepala ini akan memperbaiki sel pangkreas yang rusak. Karena pada umumnya orang diabetes mempunyai ganguan tidak bisa memprosuksi insulin, zat yang mengubah glukosa menjadi tenaga. Untuk bekam kepala, kebanyakan harus di botak (potong rambut), maka ada “alat bekam kepala tanpa cukur” dan akhirnya ditemukan mesin bekam, mesin vacum bekam. Alat ini cocok untuk membekam kepala, kaki dan area sulit. Alat ini dilengkapi dengan pengukur tekanan sedot, sehingga tekanan hisap bisa disesuaikan.

2.Titik Bekam Kahil (pundak), Katifain (kiri-kanan pundak) dan Ginjal (ad Dohru). Fungsi nya adalah membuang toksin atau darah rusak yang ada disekitar organ tersebut. Misal daerah tengkuk (Titik Kaahil) berbentuk aneh : Hypochromasia, Burr, Target, Crenated, Spherocytes, Poicilocytes, Shistocytes, Teardropcelles, Acanthocytes. Jadi titik bekam sunnah Nabi adalah yang terbaik, karena disitu letah sungai-sungai darah, tempat pertemuan aliran darah. Jadi banyak darah yang dihasilkan.

3.Titik belakang lutut, bisa bawah lutut atau atas lutut. Titik ini adalah titik sunnah Nabi juga. Kadar gula tinggi biasanya menyerang daerah kaki, maka titik ini mewakili titik pengambilan darah kotor di kaki. Titik kaki ini adalah titik potensi penyumbatan pada orang penderita diabetes.
Insyaallah sembuh....
SEMOGA BERMANFAAT

Pembagian Jenis Herba



            Menurut pandangan Perubatan Jawi tanaman obat (herba) diklasifikasikan berdasarkan cita rasa dan sifat herba mengikuti tujuan pengobatan, yaitu12:
1.    Herba Pahit
    Adalah herba yang melakukan proses detoksifikasi (penghilangan racun) terutama di hati. Contoh herba pahit adalah pohon Empedu Bumi (Endrogapis paniculata). Herba pahit perlu disinergikan dengan herba yang mempunyai sifat melawaskan atau melancarkan pembuangan air besar. Bagi pasien penderita buah pinggang (ginjal) yang telah menggunakan mesin hemodilisis perlu hati-hati menggunakan herba jenis ini, karena kesan herba ini akan menjadikan darah beku dalam mesin sewaktu proses pencucian dilakukan. Pengambilan herba pahit yang berlebihan dapat mengakibatkan kulit kehilangan rasa (baal).
2.    Herba Dingin (sejuk)
    Yaitu  herba yang bisa membuang haba (suhu tubuh) yang berlebihan dalam badan. Biasanya herba-herba ini akan mengeluarkan panas melalui urin (air kencing). Tindakan ini disebut diuretic. Dengan mengeluarkan air seni (urin), haba (suhu) dalam tubuh akan distabilkan.
    Setiap herba diuretik bersifat antihipertensi (menurunkan tekanan darah tinggi) dan memberi kesan anti piuretik (penurun panas), anti peradangan (anti inflamasi) dan anti kanker.
    Ciri-ciri herba diuretik antara lain; monokotil (berbiji tunggal), akar serabut, berduri (semakin halus duri semakin kuat kesan anti kankernya). Contoh: Ilalang (Imperata cylindrical), Tongkat Ali (Eurycoma longifolia), Mempelas, Bayam Duri, Petai, Jering, Belimbing (Averrhoa bilimbi), Kopi, dll.
            Herba diuretik sering digunakan untuk memecah batu karang, membersihkan (filter) ginjal, demam panas, menurunkan kadar gula dalam darah (jika mengandung β-sitosterol dan stigma sterol, seperti pada akar Ilalang), dll.
            Pengambilan (konsumsi) herba diuretik harus disertai dengan minum air yang banyak, jika tidak, dapat mengakibatkan terjadinya dehidrasi (kekurangan air dalam tubuh).
3.    Herba Panas
    Yaitu herba yang diberikan kepada penderita penyakit (pasien) yang bersifat sejuk (dingin). Kebanyakan herba panas berasal dari jenis herba yang mempunyai minyak meruap atau minyak asiri (Cinnamomum iners / Teja). Gejala sejuk atau dingin sering dihubungkan dengan masalah angin dalam tubuh.
4.    Herba Pelawas.
    Yaitu herba yang berfungsi melancarkan atau melawaskan proses pembuangan tinja (buang air besar). Salah satu fokus pengambilan herba adalah menghilangkan keracunan di dalam gastro usus. Sembelit salah satu implikasi dari adanya toksin dalam tubuh. Mencret (diare) juga menunjukkan adanya toksin yang terlalu tinggi. Penggunaan serat seperti selulosa atau fiber, pektin, morindin dalam Mengkudu (Morinda citrifolia) sangat membantu menyelesaikan banyak masalah seperti darah tinggi, sembelit, wasir, kanker, apendisitis, jantung, stroke, penyakit pembuluh darah, obesitas dan penyakit-penyakit usus seperti divertikulitis13, kencing manis (Diabetes Mellitus), dan sebagainya.

HERBALOGI - FITOTERAPI


1.1    Pendahuluan
Penggunaan tumbuh – tumbuhan (herba) sebagai bahan pengobatan sebenarnya sudah lama dikenal oleh masyarakat. Menurut laporan organisasi kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization) sekitar 80 % penduduk dunia telah menggunakan bahan – bahan herba sebagai obat.1 Mereka umumnya memperkenalkan pengobatan ini secara turun – temurun dari generasi ke generasi.

Pada zaman dahulu masyarakat menggunakan herba sebagai obat melalui cara yang masih tradisional yaitu dengan mengkaitkan ciri – ciri fisik yang ada pada herba yang bersangkutan seperti warna, bentuk dan rasanya dengan penyakit tertentu. Misalnya, herba yang berwarna merah digunakan untuk obat penambah darah, herba yang berwarna kuning untuk obat penyakit kuning (hepatitis), herba yang bentuk daunnya seperti jantung digunakan untuk mengobati sakit jantung dan sebagainya. Penggolongan herba dengan cara seperti ini dikenal dengan kajian makroskopik.

Dewasa ini penggunaan herba sebagai obat telah dilakukan secara lebih modern. Berbagai penelitian ilmiah terhadap kandungan bahan aktif yang terdapat dalam herba telah banyak dilakukan oleh para ilmuwan. Demikian juga pengolahan herba sebagai obatpun telah mengalami modernisasi, sehingga dengan mudah masyarakat dapat memperoleh obat – obatan herba dalam berbagai bentuk baik berupa kapsul, minuman (sirup), serbuk, minyak (oles) dan sebagainya.

Para pengamal pengobatan herba (herbalis) – pun kini tidak lagi menerapkan cara – cara tradisional dalam melakukan pengobatan. Mereka telah menggabungkan metode tradisional (yang diperoleh secara turun - temurun dan berdasarkan pengalaman di lapangan) dengan metode – metode klinis serta ilmiah.
Tampaknya pengobatan herba memiliki prospek dan potensi yang cukup bagus untuk dikembangkan di masa yang akan datang. Sebab, selain mudah didapat – karena bahan bakunya banyak terdapat di sekitar kita terutama untuk masyarakat Asia – pengobatan herba relatif lebih aman digunakan dibanding pengobatan medis atau pengobatan alopati (pengobatan dengan menggunakan bahan kimia). Tidak berlebihan jika Tn. Hj. Ismail bin Ahmad, penggagas Perubatan Jawi dari Malaysia mengatakan : “Seandainya mereka tahu khasiat herba – herba kita, niscaya mereka akan sanggup menukarnya sekalipun dengan kepingan – kepingan emas.”2

Masyarakat modern-pun tampaknya mulai sadar untuk menggunakan herba sebagai obat. Apalagi setelah mereka mengetahui kelemahan – kelemahan yang terdapat dalam pengobatan medis yang notabene berasal dari Barat, terutama efek samping (side effect) yang ditimbulkan. Belum lagi akibat buruk yang harus ditanggung akibat kesalahan dalam praktek pengobatan medis seperti kasus mal praktek yang akhir – akhir ini banyak terjadi di masyarakat.

Kini slogan back to nature (kembali ke alam) menjadi semarak di tengah - tengah masyarakat. Tidak saja di kalangan bawah tetapi juga kalangan menengah ke atas, para ilmuwan dan bahkan para ahli kedokteran medis sekalipun.
Permasalahannya sejauh mana pemahaman kita terhadap pengobatan herba, dan sejauh mana kita mengambil peluang emas tersebut? Sekiranya dunia yang membangun dengan “back to nature” tersebut tidak ditanggapai oleh para herbalis (pengamal pengobatan herba) dimana dia tinggal, maka nantinya segala hasil bumi yang diwariskan kepada hamba – hamba yang soleh akan diambil orang.

1.2    Pengertian Herba, Herbalogi dan Fitoterapi
Istilah herba biasanya dikaitkan dengan tumbuh-tumbuhan yang tidak berkayu atau tanaman yang bersifat perdu. Dalam dunia pengobatan, istilah herba memiliki makna yang lebih luas, yaitu segala jenis tumbuhan beserta bagian -  bagiannya yang mengandung satu atau lebih bahan aktif yang dapat digunakan sebagai obat (therapeutic).3 Misalnya Mengkudu Hutan (Morinda citrifolia) yang mengandung morindin  sebagai bahan anti kanker; Pegaga (Centela asiatica) yang mengandung asiaticoside berguna untuk masalah kulit dan meningkatkan kecerdasan atau IQ (Intellectual Quotient).
Herbalogi berasal dari dua kata yaitu ‘herba’ berarti tumbuhan dan ‘logi’ atau ‘logos’ yang berarti ilmu. Dengan demikian herbalogi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang terkait dengan tumbuh – tumbuhan. Dalam dunia pengobatan herbalogi dipahami sebagai sebuah konsep atau metode pengobatan menggunakan bahan – bahan yang berasal dari herba (tanaman obat).
Herbalogi sering disamakan dengan istilah fitoterapi. Kata ini berasal dari dua kata yaitu ‘fito’ yang berarti tumbuhan dan ‘terapi’ atau ‘therapy’ berarti pengobatan. Jadi fitoterapi berarti pengobatan dengan menggunakan bahan – bahan yang berasal dari tumbuhan.

1.3    Herbalis dan Herbalisme
Herbalis adalah orang yang mempunyai keahlian dan terlatih dalam melakukan pengobatan menggunakan bahan – bahan yang berasal dari herba.4 Biasanya seorang herbalis tidak hanya sekedar mampu merekomendasikan beberapa jenis herba kepada pasien sebagai obat terhadap penyakit yang dideritanya, tetapi ia juga senantiasa mengamalkan penggunaan (konsumsi) herba sebagai makanan sehari – hari.
Seorang herbalis memiliki sebuah falsafah yang dikenal dengan pahaman (falsafah) herbalisme yaitu : “Jadikan makananmu sebagai obat dan obat menjadi makanmu.”5
Falsafah tersebut telah dikenalkan oleh seorang pakar pengobatan Barat yang cukup terkenal yaitu Socrates, sejak ribuan tahun yang lalu. Dalam sebuah bukunya Socrates mengatakan : “Let your food as medicine and medicine as yor food” (Jadikan makananmu sebagai obat dan obat sebagai makanmu). Dengan falsafah seperti di atas para herbalis menggunakan herba sebagai makanan sehari – hari untuk menjaga kesehatannya.